Senin, 25 Agustus 2014

Jodoh di Luar Ekspektasi


Duluu, ketika masih muda (uhuk, sekarang udah tua brati ya) saya pengen punya pasangan yang tinggi besar.  (kek atlit gitu). Kebetulan sekali dulu saya (dulu) dekat dengan sesosok yang seperti itu dan merasa benar seperti itu jodoh yang saya mau (ciyeeee). Klop saya mau menikah dengannya (titik)Tapi takdir berkehendak lain, tak perlu mengungkapkan berbagai alasan tapi yang namanya bukan jodoh ya tidak akan ketemu meskipun kita jungkir balik nangis-nangis pengen yang itu.

Ya, saya tidak jodoh dengan yang seperti itu. Sedih sebenarnya, tapi setelah itu saya berpikir positif, ingat betul potongan ayat di An Nur ayat 26. “Watthoyyibatu litthoyyibiina, wathoyyibuuna litthoyyibaati.” (Waah, jangan2 gara2 ini suami saya namanya “Toyiba” yah.. :D) Jadi, saya berpikir positif bahwa kalo kita itu baik maka jodoh kita pun akan dipilihkan yang baik. Tidak perlu mendikte Allah lah dengan pilihan-pilihan kita, kriteria-kriteri yang terlalu mendetail. Biarlah dipilihkan yang terbaik, Allah udah tau kok mau kita dan yang pas buat kita. Bukankah yang baik di mata kita belum tentu baik di mata-Nya? (Al-Baqoroh: 216) Maka, kalo pengen jodoh yang soleh maka kita harus meng”solehah”kan diri dulu. Kira-kira begitu lah.. Maka terjadilah “hijrah” besar-besaran dalam sejarah hidup saya. (ehmmm..). Hijrah menuju keadaan yang lebih baik, insha Allah. Beraktivitas positif sambil terus memperbaiki diri..

Seiring waktu berjalan tidak ada calon yang datang meski telah dibukakan jalan. (ehmm, pada kemana siiiih..) Ada sih beberapa yang menyalakan sinyal-sinyal gitu, tiba-tiba kasih buku, tiba-tiba tak ada angin tak ada hujan tak ada keperluan mau main ke rumah (tapi kujawab tidak ada, maaf.) Tapi belum ada tuh yang ngerasa klop ada cocok di hati. (ciyeeee...). Pada akhirnya datanglah si Pangeran Macan dari Negeri Antah Berantah ini. Dengan penuh keberanian datang melamar Putri Singa yang galak dan keras. Sebenarnya sudah 2 kali menanyakan serta mengkonfirmasi tapi dibantah oleh Sang Putri Singa. Tapi pada akhirnya, pada konfirmasi yang ketiga hatinya luluh juga. (ciyeee..) Siapa Pangeran Macan dan Putri Singa? Yaitu saya sendiri dan suami, hihihi.. :P

 Jauuuuh sebelum menikah saya dan suami adalah sosok yang sangat bertolak belakang, tidak cocok. Kami sama-sama keras dalam berpendapat dan tidak mau mengalah. Kami kenal (padahal belum bernah berkenalan loh), ya maksudnya saling tahu di sebuah organisasi terkeren se-Kelurahan Panggungharjo (itu looh, desa yang baru saja menang Juara 1 Desa Terbaik se-Indonesia 2014). Kami bertemu di rapat, saya di ujung sini dan dia di ujung sana. Tidak pernah terjadi interaksi langsung berdua, namun dalam forum kami sering bertemu adu pendapat. Saya ini kan ngeyel, eh dia juga ngeyel jadi menyebalkan kan. Keras ketemu keras.. Saking keselnya saya dulu punya semboyan “tidak mau memiliki atau berhubungan dalam kegiatan organisasi se-tim dengan dia”. Tidak mau. Ketidakcocokan kami ini bahkan sudah diketahui khalayak ramai. Bahwa kami sering berbeda pendapat, tidak pernah sepakat mufakat.

Eh eh, ternyata takdir berkata lain. Tidak ada deklarasi “pacaran”, dan kami menikah. Tentunya dengan seleksi terlebih dahulu, saya kirim daftar informasi yang ingin saya ketahui dan daftar pertanyaan-pertanyaan yang dari jawaban itu saya bisa menilainya cocok dengan saya atau tidak.. Komentarnya ketika menerima email daftar pertanyaan saya adalah “duuuh, ini pertanyaannya lebih berat dari pertanyaa seleksi Astra”. (Astra adalalah perusahaan terkeren versi engineeer, pokoknya lolos dan bisa kerja di Astra itu keren, katanya).

Jawaban saya pada waktu itu sederhana, “Astra kan hanya bisa memberi gaji dan tunjangan selama bekerja, kalo ini jadi kan berarti istrimu yang akan memberi anak dan menemanimu sampai akhir hidup”. Dan dia melanjutkan mengerjakan “PR” dari saya tersebut kemudian mengumpulkannya dan mendapatkan sertifikasi lolos seleksi. :D

Dialah yang menjadi suami saya. Daaan, jodoh memang tidak akan tertukar. Ada banyak hal yang baru saya sadari setelah kami menikah. Bayangan saya selama ini adalah bahwa dia itu sesosok yang dingin, kaku, keras dan menyebalkan. Semua itu buyaaaar.. Ambyar seketikad. Takdir yang disiapkan Allah untuk saya sungguh begitu indah. Begitu sabarnya dia menghadapi saya yang ngambekan, berkeinginan kuat, berpendirian kuat (bisa dibilang ngeyel, hihihi). Saya ini orangnya cenderung keras, dengan lembutnya dia menangani setiap semangat saya yang keras dan  erapi-api. Tidak pernah memaksa saya (karena tahu persis saya ini orangnya tidak bisa dipaksa). Ketika saya memiliki keinginan kuat untuk kuliah pendidikan Bahasa Arab di sebuah Ma’had di Jogja. Sebuah pertanyaan, “yakin bisa membagi waktu?”. Pada waktu itu kalau memang ingin kuliah saya disarankan kuliah saja & tidak mengajar. Tapi saya ngotot tetap sambil mengajar, dan kuliah akhirnya hanya 2 bulan saja. (sediih) Dia membiarkan saya belajar sendiri, menentukan sikap sehingga saya bisa belajar dari hikmah setiap kejadian dan bijak dalam mengambil sikap.

Saya bersyukur karena telah diberikan pendamping hidup seperti dia. Semoga saya bisa menjadi istri yang baik untuknya di dunia (dan semoga sampai di akhirat sana, aamiin). Tulisan ini dibuat dengan segenap cinta kasih sayang sebagai catatan untuk ulangtahun suami saya, Ahmed Thoyyib. Semoga Allah selalu memudahkan urusan-urusanmu. Menjadikanmu ayah dan suami yang baik di keluarga kita. Aamiin.

Rabu, 08 Januari 2014

Ismi Anik, ana tilmidzatun jadidatun…..*




*nama saya Anik, saya murid baru.. 

                Yah, hanya itu penggalan kata yang teringat mengenai Bahasa Arab. Yang saya ingat dari guru saya, Ustad Hamdan (dosen Sastra Arab UGM). Saya belajar Bahasa Arab sebagai mata kuliah pilihan 1x seminggu, selama 2 semseter. Semester pertama lebih ke percakapan & kosakata. Semester berikutnya saya mulai belajar fi’il, fail, dst tentang nahwu .. Pada saat itu pelajaran hanya masuk, diingat dan berhenti sebatas ujian semester saja. Dapat A, sudah, tidak pernah praktek, semua lupaa… :(
                Tahun 2012 saya kembali belajar Bahasa Arab, setiap Rabu malam di Majid Al Istiqomah tercinta. Saya belajar nahwu dengan buku pegangan yang ditulis dalam huruf Arab namun berbahasa Indonesia. Model pembelajaran ini sangat menantang karena kita harus belajar dulu bagaimana membaca buku tersebut. Tapi sayangnya saya hanya bias mengikuti kelas ini beberapa bulan saja, karena waktunya malam & kondisi sudah lelah beraktivitas sehingga otak kurang fresh, belajar tidak nyaman.

                Tahun 2013 saya belajar Bahasa Arab lagi, kali ini di Masjid Mardliyah UGM dengan pengajar Ustad Talqis Nur (Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab UMY). Pelajaran berlangsung selama kurang lebih 2 bulan, pertemuan lebih intensif yaitu 3x seminggu. Kelas ini begitu berkesan bagi saya karena metode yg digunakan menurut saya menarik. Pelajaran dimulai dengan sharaf, saya belajar memotong2 ayat di al qur’an menjadi per kata. Setiap pertemuan ada PR untuk membedah ayat dalam al qur’an. Metode ini membuat saya menjadi sadar bagaimana seharusnya membaca al qur’an itu. Saya senang ketika bisa memahami ayat al qur’an yang saya baca tanpa membaca artinya. Saya begitu penasaran ingin bisa menguasai Bahasa Arab ketika saya tidak paham suatu ayat & harus melihat artinya. Saya begitu ingin kembali mempelajari Bahasa Arab agar bisa langsung memahami al qur’an ketika membacanya. Agar saya selalu bisa berpegang pada al qur’an, pedoman hidup saya sebagai muslimah.


Saya mendaftar di sebuah kampus untuk belajar Bahasa Arab, besok pagi adalah test penempatan (tertulis & wawancara)..



Bismillah, semoga dimudahkan, semoga kembali diberi kesempatan untuk belajar. Aamiin. :)


Bantul, 8 Januari 2014
17.20

Kamis, 11 Juli 2013

Inspiration comes up in sudden attack.

I once dreamt to be a writer, travelling around the world, finding new experiences then sharing them in the masterpieces. . :D
I wrote poems, I wrote diary.. I share many things.
It  was..
But now, I think writing skill is important. You are what you write. To have it, I mustn’t be a writer. Just share any experiences or stories you have. I created this blog about more than a year ago. However, I seldom post and I blame my business for making me not be able to post something.  Too busy, too tired, no time; they are my excuse.
Today, I just got a new spirit to write again. Yeaaaah… ^_^


Big hug for my two inspirators, Devy and Puteri.

*Yesterday Devy (a friend of mine, Physics student )  told me many times that she wants to continue her note in fb  about her experience climbing the mount. She said the things she wants to write in the note. I was so inspired. Many thanks Dev, don’t forget to give me the copy of the movie (I forget the title, about the chocolate factory) … J
*Puteri (my students, studying Accounting, blogging actively) texted me a sentence. She asked me whether it is grammatically correct or not. As the meaning of the sentence is strange, I asked for what? She said that she was going to use it as a title of her writing. Thank you dear, keep writing..
J
Inspiration comes up in sudden attack… and I don’t want it to leave me again. That’s why even though I’m feeling little dizzy, tired, I must write.
Inspiration comes up in sudden attack, don’t leave me again.
Inspiration comes up in sudden attack. I wrote this in a short time, no longer than 15 minutes.
Inspiration comes up in sudden attack, I’m happy.

Dear inspiration, let’s dream.
Have a nice dream, good nite… ^_^

Sweet room, 8 July 2013
09.48 p.m.

Rabu, 06 Februari 2013

It doesn't matter where we are planted, just grow

Bapakku bkn kyai...
Bapakku bkn dosen..
Bapakku bukan pak lurah..
Bapakku bukan seseorang yang terkenal..

Bapakku hanyalah seorang petani biasa, tidak pula kaya, tidak ada yang spesial atau luar biasa dari beliau kecuali satu hal. Beliau sukses membesarkan aku sampai sebesar ini, menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam hidup, mendukungku untuk terus tumbuh maju.
Dari seorang bapak biasa, bisa membesarkan anak yang luar biasa. Insya Allah...
Bapak, terimakasih, aku tak akan mengecewakanmu. Akan aku tunjukkan bahwa AKU BISA! Akan kubuat engkau bangga memiliki anak sperti aku.

*Renungan ini muncul ketika sedang mengobrol dg Heny tentang temannya. Temannya, sebut saja ms X, akan menikah dengan anak seorang kyai. Kmudian dia juga cerita bahwa teman kami Alul, seorang lelaki soleh dijodohkan dengan anak temannya yang guru agama di SMP mana.. Kupikir, aku anak siapa? Bapakku hanyalah orang biasa, apakah ini berarti aku tidak bisa menjadi seseorang yang istimewa seperti halnya anak2 kyai, anak dosen, anak guru, anak org terpandang?
Kita anak siapa hen? Bapak kita siapa hen?

Teringat sebuah lukisan di depan ruang guru di kantor EME (English Made Easy), lukisan tentang kecambah yang baru tumbuh & di lukisan itu tertulis.. "It doesn't matter where we are planted, just grow"
Aku mengartikannya, dari latar belakang apapupun itu seseorang. Selama dia memiliki keingingan & kemauan, serta usaha untuk maju, untuk terus berkembang.. Insya Allah dia akan menjadi orang sukses. Amin.
Bahkan Adolf Hitler*, seorang pemimpin besar yang sukses mengobrak abrik dunia pun, dia dulu adalah seorang gelandangan miskin. Sewaktu masih manjadi gelandangan, siapa menyangka dia akan menjadi org besar?

*maaf ya, memberi contohnya Adolf Hitler. Kebnetulan teringatnya dia.Mari kita kesampingkan tentang kekejamannya dulu, kita lihat sisi lain dari dia.

"Man Jadda Wa Jadda", barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasilnya.

Sekali lagi, "it doesn't matter where we are planted, just grow"
Mari kita buktikan, kita BISA..!!

Mungkin aku hanyalah satu dari seribu org. Tapi di sini, tidak bermaksud mengajari atau menggurui. aku hanya ingin berbagi pemikiran yang menurutku positif & bisa saling mendukung serta menginspirasi.
Semoga bermanfaat...

Semangaaaaat...!!!!! \^_^/


3 September 2011 - maaf repost, tapi baguuuus... ^_^
Pengen ngeblog, tp belum sempat nulis lagiii, jd ini dulu aja yiaaa... :D hehe

Selasa, 20 November 2012

Super Mom Wannabe, Yes I am.


Super Mom itu apa?
Kalo Super Man? Man [laki-laki] yang super.
Super Woman? Woman [perempuan] yang super.
Super Sekali? Sekali yang super? Bukaaan, itu adalah ucapan khas Mario Teguh.
Nah… kalo gitu Super Mom itu apa? Mari kita bahas bersama, SUPER MOM. Sudah jelas berarti Mom [ibu] yang super.  Tentu saja ibu yang hebat.
Lah, sekarang kita ke intinya. Apa itu Super Mom Wannabe? Hemm… yang sudah lama memonitoring fb maupun keseharian saya mesti tau bahwa sering sekali saya menyebut kata ini.
Go Super Mom wannabe..!!
Super Mom wannabe is a spirit.
Baiklah, Super Mom wannabe adalah sebuah semangat. Kata ini, saya tidak ingat persis kapan namun saya sudah mendeklarasikan diri ini motivasi saya sejak beberapa tahun silam, sekitar tahun 2009. Kata Super Mom saya dapatkan ketika berkunjung ke Toko Buku Gramedia Sudirman. Jalan-jalan sekilas, ada buku dengan cover menarik berjudul “Menjadi Super Mom”. Saya tidak sempat membaca isinya, karena masih disegel & saat itu tidak berniat untuk membeli. Hanya saja kata “Super Mom” sangat membekas dalam ingatan.
Seiring waktu, banyak buku mengenai perempuan yang saya baca. Saya mendalami mengenai eksistensi atau fitrah saya sebagai seorang perempuan.  Saya pahami bahwa seorang perempuan benar-benar menjadi perempuan sejati ketika telah melewati tiga tahap dalam hidupnya, yaitu menjadi gadis, istri, kemudian menjadi ibu. Menjadi ibu, SUBHANALLAH.. Segala Puji bagi Allah Pemilik Timur & Barat, sesungguhnya cintaNya lah yang membuat semua hal di dunia ini terjadi. Bayangkan, tiba-tiba sesuatu ada di dalam perutmu. Membesar, semakin besar, semakin besar sehingga perutmu ikut membesar. Kemudian dia keluar, dia bisa menangis, dia akan segera tumbuh dewasa, dia akan berlari, dia akan bernyanyi, dia akan berbicara. Sungguh suatu keajaiban.. dan saya merasa sangat beruntung terlahir sebagai seorang perempuan yang memiliki rahim, tempat berseminya cinta. [beruntung sekali Bahasa Indonesia tetap menyebutnya rahim = Ar Rahim = Maha Penyayang.]

Bila telah mati seorang manusia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yaitu sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orang tuanya. (HR. Muslim)


Memaknai hadis di atas, tentu saja saya ingin yang terbaik untuk anak-anak saya. Terbaik untuk dunia dan akhirat, mendidik, membekali dengan ilmu agar mereka menjadi anak soleh/solehah yang sukses dunia akhirat.
Nah, apa yang bisa saya lakukan untuk mempersiapkannya? Saya belum tau kapan akan menikah, apalagi memiliki anak. Jai persiapan yang bisa saya lakukan adalah persiapan ilmu.
Ilmu apa? Ilmu mendidik anak?
Bukan hanya itu, saya belajar apa saja, saya belajar banyak hal untuk memperkaya pengetahuan, saya aktif dalam berbagai macam kegiatan, saya mengikuti beragam acara, saya menggali ilmu pengetahuan & pengalaman. Saya memperkaya diri dengan pengetahuan, dengan harapan inilah yang akan saya wariskan untuk anak-anak saya. Kenapa sangat perlu? Karena “Aku adalah madrasah anakku”. Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya.
Dari sinilah saya mendeklarasikan diri sebagai seorang Super Mom Wannabe, semangat yang membuat saya aktif belajar, menggali ilmu dan pengalaman, apa saja selama itu positif dan di jalan yang dirodhoi-Nya.
Super Mom wannabe. Yes, I am.
A Super Mom wannabe is looking for a Super Dad wannabe. is that you? :D

Maskam, 20 November 2012 01.13 p.m.


Senin, 14 Mei 2012

1 - 8

My room is full of words. I wrote many inspiring n motivating words n put them all at the wall as my room's decoration. One of them is 1-8. It is 8 steps guide for me to do my days. It means a lot to me, every morning I wake up and read all this steps. I was inspired to write after I saw the one like this along the way in East Ringroad (near STIKES Surya Global), then I made my own version...
n here they are..

1. Shalat ontime
It means, I must be on time to pray. If hear adzan in the middle of the class or I can't go out for a while, I must pray soon after that.

2. Tilawah everyday
Spare your time every day to recite Al-Qur'an n its meaning, at least 1 verse.Understand the meaning, then apply it to your life.

3. Do more sunnah
Do more sunnah (rawatib) before n after shalat. Before shubuh, before n after duhur, before ashar, after magrib, n before n after isya.

4. Dhuha every morning
Allah is very wealthy. It is Allah who gives you all the things you have now. I really believe in that. By doing dhuha, it will make ur days easier.

5. Fasting every week
Actually there is no need to explain the great advantage of fasting. I guess u all know this, don't u?. Yepp... first, it saves ur money (since u don't need to have lunch, hehe). Second, it will make u humble. U won't be an arrogant or cocky person. U know how's the feeling of hungry people so that u will always be grateful that u are able to eat today.

6. WAKE UP Ann! Qiyamul lail..
Qiyam means "stand", lail means "night". It means a praying done at night (the best time is after midnight). That is the best time to pray n to study because after sleep, wudhu, n pray, we will fell fresh.

7. Take more spirit
More, more, more n more spirit..!!

8. Think positively
Always think positively whatever happens because there must be a lesson behind something.

Actually, I don't always do all of them every day. I often forget because I am too lazy to do them. Yeaah, so that's why I wrote this. This is a reminder for me when I seem to get lost.


Cayo ann...!!

^____^

Senin, 23 April 2012

Call me anik..

Hi, I'm anik. Welcome to my world. Here I'm writing my thought, my opinion, my stories, my experiences and lessons I got. I like sharing nice experiences, particularly those giving me new lesson in life.

So, starting today.. in my crowded days I will stop some seconds to update the new lesson I got.

Thanks for visiting.

Nice to see u here.... ^____^